Tampilkan postingan dengan label Kukang Sumatera. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kukang Sumatera. Tampilkan semua postingan

Kamis, 07 Juni 2012

Kegiatan Pelepasliaran Satwa Beruk Dan Kukang Di UPTD KPHL Batutegi Provinsi Lampung


Siaran Pers bersama
Pusat rehabilitasi satwa IAR Ciapus – YIARI
BKSDA Lampung
UPTD KPHL Batutegi Lampung

Pelepasliaran adalah program melepasliarkan satwa hasil sitaan atau serahan sukarela dan dikembalikan ke alam setelah melalui tahapan rehabilitasi. Yayasan IAR Indonesia menjalankan proses rehabilitasi untuk memunculkan perilaku liar pada satwa sehingga dapat bertahan hidup saat dilepasliarkan ke alam. Banyak manfaat yang diperoleh dengan mengembalikan satwa-satwa sitaan ke alam/habitat alaminya seperti :
  1. Meningkatkan potensi konservasi jangka panjang spesies atau populasi lokal suatu spesies dan kawasan.
  2. Membuat pernyataan politis/pendidikan yang kuat menyangkut nasib satwa dan mempromosikan nilai-nilai konservasi lokal.
  3. Mengembalikan peran dan fungsi ekologis dan biologis satwa yang dilepasliarkan.

Program pemantauan pasca pelepasan dapat dikembangkan secara konsisten, (IUCN 1998) apabila persyaratan medis, genetis dan pemeriksaan lainya dilaksanakan dengan baik.

Pada tanggal 01 juni 2012 dilakukan kegiatan pelepasliaran satwa beruk (Macaca nemestrina)  6 ekor dan kukang Sumatra (Nycticebus coucang) 2 ekor di wilayah UPTD KPHL (kesatuan Pengelolaan Hutan Lindung) Batutegi Kab. Tanggamus-Lampung. Program ini adalah hasil kerjasama antara Yayasan IAR Indonesia, BBKSDA Jabar, BKSDA Lampung dan UPTD KPHL Batutegi Provinsi Lampung.

Di wilayah Indonesia beruk mempunyai daerah sebaran di pulau Sumatra dan Kalimantan. Dari 11 jenis dari genus macaca di Indonesia hanya beruk dan monyet ekor panjang yang belum dilindungi oleh UU di Indonesia. Pelepasliaran satwa ini lebih mengutamakan animal welfare (kesejahteraan satwa) karena setiap mahluk hidup mempunyai hak hidup dan menjalankan fungsinya masing-masing di alam.

Kukang yang dilepasliarkan akan dimonitoring selama 6 bulan dengan menggunakan radio collar yang dipasang di lehernya. Kegiatan monitoring tersebut dilakukan untuk mengetahui daya survive satwa lepasan hasil rehabilitasi, daerah jelajah, perilaku, tumbuhan pakan di alam yang datanya digunakan untuk mendukung kegiatan rehabilitasi satwa secara keseluruhan.

Kedelapan satwa tersebut berasal dari Sumatera dan dibawa ke Jawa secara iliegal untuk dijadikan hewan peliharaan. Perjalanan yang jauh, ditempatkan di dalam kandang yang sempit, tidak diberi makan sampai kadang harus terluka membuat satwa ini menderita. Tidak ada kesejahteraan bagi satwa tersebut.

Anda bisa membantu mengurangi penderitaan satwa tersebut dengan tidak membeli Beruk dan kukang sebagai binatang peliharaan. Mereka adalah satwa liar yang seharusnya hidup di hutan. Mereka tidak bisa bicara namun mereka pasti tidak nyaman hidup diantara orang-orang sama halnya seperti kita tidak nyaman jika terpaksa harus hidup bersama Beruk atau kukang di hutan.

Jumat, 11 Mei 2012

Empat Ekor Kukang Sumatera Merasakan Kebebasan lagi


Oleh IHp_EDU
Bekerjasama dengan BKSDA Lampung, Yayasan IAR Indonesia (YIARI) melakukan pelepasliaran 4 ekor kukang dari PPS Lampung. Keempat kukang yang sebelumnya telah diberikan pengecekan medis oleh dokter hewan YIARI ini dinyatakan sehat dan tanpa cacat. Keempatnya masih memiliki gigi yang lengkap.
Untuk mempermudah identifikasi keempat kukang tersebut diberi nama. Aris, Intan, Winar dan Indri. Agar proses monitoring lebih mudah salah satu kukang bernama Winar diberi radio collar dengan alasan Winar memiliki berat badan ideal (700gr), agresif dan takut terhadap manusia serta memiliki vulva yang terbuka Perilaku agresif dan takut tersebut menunjukan bahwa dia masih memiliki sifat liar. Harapannya data hasil observasi dapat mewakili perilaku alami kukang terutama untuk perilaku reproduksinya.




Kamis, 26 Agustus 2010

Kesadaran Marco selamatkan hidup Kukang

IAR, Bogor – Kesehariaan Marco Yunus Ferdinant, mahasiswa di Bandung, Jawa Barat, kini ditemani seekor hewan peliharaan. Marco leluasa bermain bersama hewan peliharaannya: Kukang sumatera yang dibeli dari pedagang satwa di dekat pusat perbelanjaan Bandung Indah Plaza.

Diletakkan didalam kamar, Jojo, demikian Kukang itu dinamai, keberadaannya seolah menyatu dalam pribadi pemiliknya. Namun, penyatuan itu hanya bertahan selama dua pekan. Marco menyerahkan satwa pembeliannya itu setelah mengetahui informasi lewat internet bahwa hewan jenis Kukang ternyata dilindungi.

“Saya menyerahkan atas kesadaran sendiri kalau ternyata hewan Kukang itu dilindungi. Saya juga baru tahu dari internet. Dan akhirnya saya memutuskan untuk menyerahkan kepada yang berkepentingan,” kata Marco kepada tim rescue International Animal Rescue, Muhidin dan Bobby, 19 Agustus 2010.

Selama dalam pemeliharaan, Kukang yang dinamai Jojo ini, diberi pakan susu dan ditempatkan didalam kandang berukuran 30x20 centimeter. Dalam kesehariannya, menurut penuturan pemilik, Jojo yang diperkirakan berumur dua bulan ini tak pernah diperlakukan buruk.

Selasa, 03 Agustus 2010

Tim IAR Indonesia Jemput Kukang sumatera di Bekasi

Olip sedang menjalani pemeriksaan medis
IAR, Bogor -- Tim Interntional Animal Rescue (IAR) Indonesia menyambangi kediaman pemilik Kukang sumatera (Nycticebus coucang) di bilangan Bekasi Timur, Jawa Barat pada 27 Juli 2010 lalu. Kukang yang dinamai Olip ini memiliki berat badan 800 gram dan panjang sekitar 24 centimeter.

Menurut penuturan pemiliknya, Olip dibeli dari pasar penjualan satwa di Jakarta seharga Rp 150 ribu. Saat itu usia Olip baru mencapai lima bulan. Setibanya dirumah, pemilik baru menyadari bahwa Kukang yang dibelinya itu sudah dalam keadaan cidera dipaha kiri.

Akibat minimnya pengetahuan, akhirnya pemilik menghubungi tim IAR untuk segera mengambil alih pemeliharaan Olip agar mendapatkan perawatan yang semestinya. Selama dipelihara, pemilik menempatkan Olip di dalam keranjang cuci sebagai kandangnya.

Tim segera membawa Olip ke pusat rehabilitasi di Curug Nangka, Ciapus, Bogor, Jawa Barat. Olip langsung menjalani perawatan medis sebelum kondisinya makin memburuk.