Selasa, 04 Desember 2012

Diskusi Panel Konservasi Satwa di Universitas Nusa Bangsa


Mengembalikan tak semudah mengambil dari alam : Jangan Beli Kukang!

Winar (Indah Winarti)
Slow Loris Conservation Program - Coordinator

Yayasan IAR Indonesia berpartisipasi dalam kegiatan Diskusi Panel Konservasi Satwa (DPKS) yang diselenggarakan oleh panitia bersama Pelita, PCSI UNB, dan MAPAR UNB di Universitas Nusa Bangsa Bogor (25/11/2012). Tema utama diskusi ini adalah Mengungkap Fakta di Balik Realita – Derita Satwa di Ambang Kepunahan. Panel diskusi yang diundang adalah JAAN, WCS, IAR, dan BBKSDA SKW III Jawa Barat. JAAN dan IAR memaparkan studi kasus mengenai lumba-lumba dan kukang, WCS memaparkan tentang jalur perdagangan satwa liar dilindungi, dan BBKSDA menyampaikan tentang peraturan perundangan mengenai perlindungan satwa serta penegakan hukumnya.



Dalam subtema yang disampaikan Yayasan IAR Indonesia, panel yang diwakili oleh Indah Winarti (koordinator program Slow Loris Conservation), menekankan ajakan untuk tidak membeli kukang. Pemaparan yang disampaikan meliputi pengenalan kukang, bagaimana proses menyakitkan yang dialami kukang dari sejak ditangkap hingga ke tangan pemelihara, serta bagaimana proses rehabilitasi hingga release yang dilakukan IAR (3R-M = Rescue, Rehabilitation, Release, and Monitoring). Panelis yang hadir, yaitu dari kalangan siswa, guru, dan mahasiswa, serta penggiat lingkungan lainnya, melontarkan berbagai pertanyaan yang menarik. Ada panelis yang menanyakan tentang apa saja upaya atau kegiatan yang dilakukan Yayasan IAR Indonesia terkait dengan upaya pelestarian kukang dan awareness terhadap pemburu, bagaimana menerapkan animal welfare dalam kehidupan sehari-hari, hingga pertanyaan nyeleneh bagaimana melegalkan memelihara satwa liar dilindungi.


Terkait dengan proses 3R-M, Yayasan IAR Indonesia mengajak masyarakat untuk memahami betapa proses untuk mengembalikan satwa liar ke alam tidaklah semudah mengambil. Kukang harus sehat secara fisik dan mental agar dapat dilepasliarkan, artinya kukang tersebut harus sehat dan memiliki gigi taring serta berperilaku normal alami. Contoh perilaku alaminya adalah menjauh dan tidak bergantung kepada manusia, mampu mencari dan pakan alaminya, dan lain-lain. Proses yang tidak mudah dan pastinya tidak murah untuk melaksanakannya menjadi kendala sekaligus tantangan bagi kita semua. Melihat proses yang sedemikian panjang, lama, dan mahal, Yayasan IAR Indonesia mengajak masyarakat untuk berpikir “Mau sampai kapan kita merehabilitasi kukang dari perdagangan? Sementara kukang yang sudah diambil dari alam pada umumnya akan dipotong gigi taringnya, dan ini sekaligus menurungkan harapan kembalinya dia ke alam”.

Solusi praktis untuk memperlambat proses pengambilan kukang dan perdagangannya adalah dengan memutus rantai perdagangan : jangan beli kukang! Dengan alasan apapun pembelian kukang yang kita lakukan, hanya akan membuat pedagang meminta stok dari pemburu, pengambilan kukang dari alam akan terus berlanjut. Kita semua berharap, kesadaran kita untuk ikut serta melestarikan kukang dengan cara yang benar (memutus rantai perdagangan : tidak membeli kukang) dan penegakan hukum dapat berjalan beriringan, sehingga upaya pelestarian dapat berlangsung secara menyeluruh oleh semua pihak. Karena kita mau, kukang yang terancam punah menjadi lestari dan bisa terus dilihat di alam oleh anak cucu kita nanti. Karena mengembalikan tak semudah mengambil dari alam jadi jangan Beli Kukang!



Yayasan International Animal Rescue (IAR) Indonesia
Winar (Indah Winarti)
Slow Loris Conservation Program - Coordinator
+62-8561646860
Website: internationalanimalrescue.org
Blog: yayasaniarindonesia.blogspot.org

Tidak ada komentar:

Posting Komentar