Rabu, 19 Mei 2010

Rescue Kukang Liar dari Gunung Malang, Tenjolaya

Team International Animal Rescue (IAR) Ciapus, Bogor, pada tanggal 15 Mei 2010 memperoleh laporan dari warga sekitar tentang adanya penemuan seekor kukang di daerah Gunung Malang - Tenjolaya, Barat Ciapus, dan segera team Rescue IAR meluncur ke lokasi penemuan untuk verfikasi laporan, dan memang ada kukang yang dipelihara di rumah salah satu warga.



Sebagai tind
ak lanjutnya, pada Selasa tanggal 18 Mei 2010 pukul 10.30 WIB sekitar 5 orang team Rescue IAR berangkat menuju ke tempat ditemukannya kukang di daerah Tali Kolot RT 1, Desa Gunung Malang, Tenjolaya, sekitar 3 km dari Kantor IAR.

Rumah warga yang memelihara kukang tersebut berada di perkampungan yang berjarak sekitar 300 meter dari jalan raya. Pemilik rumah yang bernama Bapak Hidayat dan Ibu Dedeh tidak mengetahui bahwa satwa yang ditemukan oleh mereka itu adalah kukang, mereka menamakannya kuskus seperti masyarakat Gunung Malang pada umumnya.




Hasil identifikasi memperlihatkan kukang yang di simpan di belakang rumahnya tersebut adalah kukang Jawa (Nycticebus javanicus) dengan jenis kelamin betina. Kukang yang hanya satu ekor tersebut dipelihara dalam kandang yang terbuat dari besi, mirip kandang burung.


Hasil investigasi singkat diperoleh keterangan bahwa kukang tersebut datang dengan sendirinya ke rumah Bapak Hidayat. Kukang tersebut mendatangi rumah mereka pada malam hari (sekitar pukul 10 malam) dan oleh pemilik rumah dibiarkan masuk dan ditangkap. Untuk seterusnya kukang akhirnya dipelihara selama kurang lebih 2 bulan dan diberi pakan setiap hari dengan buah pisang (dan apel). Kukang tersebut pernah ditawar oleh seseorang dari Jakarta untuk dibeli dengan harga yang cukup lumayan, namun oleh pasangan suami istri tersebut tidak diberikan karena mereka pernah diberitahu oleh seseorang bahwa hewan yang mereka temukan itu adalah hewan langka dan dilarang untuk diperjualbelikan.


Pemeriksaan secara klinis di lapangan menunjukkan kondisi kukang baru, secara keseluruhan cukup baik. Penilaian tersebut dilihat dari bentuk tubuh kukang yang cukup besar ukurannya (tidak terlalu gemuk atau kurus), kondisi bulu, serta kondisi gigi yang sangat bagus (gigi semua masih lengkap).


Selain team Rescue, juga ikut serta bagian edukasi. Mereka memberikan informasi mengenai satwa yang dilindungi terutama kukang kepada warga sekitar yang kebetulan ikut melihat dan juga membagikan selebaran (leaflet) tentang kukang agar nantinya warga bisa mengetahui apa saja yang harus dilakukan apabila menemukan satwa ini. Dan memang sebagian besar banyak yang tidak mengenal ataupun mengetahui seperti apakah kukang itu.


Seekor Kukang yang belum diberi nama tersebut, kini dalam perawatan “Animal Keeper” di dalam kandang karantina Pusat Rehabilitasi Satwa IAR Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar