Jumat, 03 Oktober 2014

Lowongan - Asisten Tim Lapangan Mitigasi Konflik Manusia-Orangutan (HOCRT)



DIBUTUHKAN SEGERA
Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (Yayasan IAR Indonesia/YIARI) adalah organisasi nirlaba yang bergerak dibidang penyelamatan, rehabilitasi dan konservasi satwa liar, termasuk satwa liar dilindungi Indonesia.  Yayasan IAR Indonesia memfokuskan kegiatannya pada satwa primata, khususnya: kukang, monyet ekor panjang dan beruk di Pusat Rehabilitasi Satwa IAR Ciapus, Bogor, Jawa Barat; dan orangutan di Pusat Penyelamatan dan Konservasi Orangutan YIARI, Ketapang, Kalimantan Barat.  Dalam melaksanakan kegiatannya YIARI bermitra dengan institusi pemerintah, universitas/akademi, LSM, perwakilan masyarakat lokal dan/atau pemangku kepentingan lainnya.
Yayasan IAR Indonesia membuka lowongan untuk posisi ‘Asisten Lapangan Tim Mitigasi Konflik Manusia-Orangutan’ yang akan ditempatkan di Pusat Rehabilitasi Orangutan IAR Ketapang, Kalimantan Barat.

Kualifikasi:
  • Pria/Wanita
  • Mempunyai pengalaman kerja minimum 1 tahun di bidang satwa liar atau konservasi.
  • Memiliki kemampuan berkomunikasi dan melakukan konsultasi publik dengan baik, terutama untuk membantu mensosialisasikan upaya konservasi orangutan.
  • Memiliki keterampilan dan pemikiran kritis.
  • Mampu berkomunikasi dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris aktif (lisan dan tertulis).
  • Mampu mengoperasikan MS Office (excel, word, powerpoint, outlook), dan familiar dengan SPSS/bascamp.
  • Berpengalaman dalam  Manusia-Satwa Konflik (lebih spesifik Manusia-Orangutan Konflik-HOC), perilaku orangutan dan ekologi (keuntungan);
  • Berpengalaman melakukan penelitian, wawancara dan menulis laporan.
  • Memiliki motivasi, jujur, bertanggung jawab, disiplin dan berdedikasi tinggi.
  • Mampu bekerja mandiri dan bekerja sama dalam tim.
  • Mampu bekerja dalam tekanan tinggi dan menyelesaikan tugas tepat waktu.
  • Memiliki jiwa kepemimpinan dan pekerja keras.
  • Kesediaan untuk bekerja di lapangan selama 23 hari / bulan.
Tanggung jawab:

  • Bekerjasama dan memberikan masukkan maupun saran yang diperlukan kepada Koordinator proyek HOCRT; 
  • Melakukan wawancara semi-struktural, termasuk untuk koleksi dan analisa data kualitatif;
  • Berikan presentasi berdasarkan temuan mengenai kegiatan HOCRT; 
  • Membantu memberikan penjelasan kepada masyarakat/publik tentang manajemen HOC;  
  • Membantu dan bekerja sama dengan Koordinator HOC dan  Edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang HOC, konservasi orangutan dan kesejahteraan hewan terkait; dan,  
  • Membantu dan menulis laporan kegiatan program.

Kirimkan surat lamaran dan curriculum vitae (CV) paling lambat tanggal 31 Oktober 2014 ke alamat:
Email: informasi@internationalanimalrescue.org /yayasaniarindonesia@gmail.com
atau
Jalan Ketapang–Tanjungpura, RT010 Dusun Pematang Merbau, Kecamatan Muara Pawan, Ketapang 78813, Kalimantan Barat
 


Selasa, 30 September 2014

Tim Edukasi & Penyadartahuan YIARI berkunjung ke BIS (British International School)

British International School (BIS) merupakan salah satu sekolah internasional di kawasan Bintaro, Jakarta Selatan. Jumat, 12 September lalu, tim edukasi dan awareness YIARI diundang untuk sharing cerita mengenai satwa liar, khususnya kukang.
Presentasi dari tim YIARI
Para siswa antusias menyimak cerita mengenai satwa liar. Kami berdiskusi mengenai satwa liar dan satwa domestik. Mereka sudah mengetahui bahwa satwa yang boleh dipelihara adalah satwa domestik, sedangkan satwa liar tidak boleh dipelihara, karna habitat mereka di hutan.
Siswa Berebut untuk Bertanya Mengenai Satwa Liar
Salah Satu Siswa yang Aktif Bertanya
Kami juga bercerita mengenai Animal Welfare, satwa juga punya hak untuk:
1. Freedom for fear and suffering (Bebas dari rasa takut dan sakit/menderita)
2. Freedom from hunger and thirst (Bebas dari rasa lapar dan haus)
3. Freedom from discomfort (Bebas dari rasa tidak nyaman)
4. Freedom from pain, injury or disease (Bebas dari rasa sakit, cidera, dan penyakit)
5. Freedom to express normal behavior (Bebas mengekspresikan perilaku normal)


Salah satu siswa sangat mengagumi kukang, ia merasa sedih karna mengetahui populasi kukang terancam oleh kehilangan habitat dan perburuan untuk dijual belikan sebagai hewan peliharaan. "We love the animal and we care for them too"
"

Terima kasih untuk Mrs. Lizzy karna sudah mengundang tim YIARI untuk berbagi cerita mengenai satwa liar dan kukang.
Tim YIARI dan Mrs. Lizzy



Senin, 29 September 2014

Translokasi kukang di Gunung Sawal, Ciamis Jawa Barat


Rabu,17 September lalu, tim SRM (Survey Release Monitoring) kukang YIARI melakukan translokasi atau pemindahan tiga ekor kukang jawa (Nycticebusjavanicus) ke kandang habituasi yang terletak di hutan Suaka Margasatwa Gunung Sawal, Ciamis, Jawa Barat.
Kukang di Kandang Habituasi SMGM
Proses translokasi dilakukan bersama-sama tim dari BKSDA (balai konservasi sumberdaya alam). Jawa Barat bidang III Ciamis dan Pak Warid selaku kepala resort. 
Tim SRM YIARI Membawa Kukang Menuju Kandang Habituasi 
Lokasi Pelepasliaran Kukang di SMGS
Masyarakat mendukung adanya pelepasliaran kukang di daerah mereka. Hal ini terlihat dari penyelenggaraan perayaan (selametan) sebelum dan setelah acara traslokasi selesai. Tokoh masyarakat dan tokoh agama ikut dalam acara perayaan/selametan ini. Warga berharap kukang akan selamat hidup di alam bebas dan tidak ada lagi penjualan kukang untuk dipelihara.
Acara Selametan Setelah Translokasi Kukang
Ketiga kukang tersebut merupakan hasil sitaan BKSDA Jawa Barat pada operasi penegakan hukum perdagangan satwa liar di Tasikmalaya. Barang bukti berupa 21 ekor kukang jawa telah dititiprawatkan di YIARI. Satu dari kukang-kukang tersebut mati akibat malnutrisi selama di tangan pedagang. Sembilan dari kukang-kukang tersebut telah dilepasliarkan dan masih dimonitoring di habitat hutan Taman Nasional Gunung Halimun Salak secara bertahap sejak Juni 2014 hingga sekarang. Sebagian lainnya yaitu sepuluh ekor akan dilepasliarkan secara bertahap di habitat hutan Suaka Margasatwa Gunung Sawal di Ciamis.

Senin, 25 Agustus 2014

Magang Mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan IPB


Mahasiswa Kedokteran Hewan IPB (Institut Pertanian Bogor), Nadia Yulianti dan Esti Dhamayanti melakukan kegiatan magang di bagian klinik, kukang, dan macaca Yayasan IAR Indonesia selama 2 minggu.
Kegiatan di klinik meliputi:

1. Finger amputation (pemotongan di daerah jari). 
Pemotongan dilakukan karena terdapat luka terbuka pada daerah tersebut, tujuannya untuk mencegah masuknya bakteri yang dapat menimbulkan penyebaran infeksi di daerah jari.

2. Dental extraction atau pencabutan gigi adalah operasi yang dilakukan karena adanya kerusakan pada gigi kukang. Kerusakan gigi dapat disebabkan adanya pembusukan pada gusi, atau akibat pemotongan/pencabutan gigi oleh pemiliknya dahulu

3. General examination, yaitu pemeriksaan pada seluruh kukang untuk mengetahui kondisi status kesehatan kukang tersebut dalam kandang.

4. Preparing medicine
kegiatan ini biasanya dilakukan sebelum melakukan pengobatan pagi dan sore bagi kukang yang terganggu kesehatannya atau butuh perlakuan khusus.

General Examination

Kegiatan selanjutnya yaitu kegiatan di bagian kukang, meliputi:
1. Pembersihan kandang
2. Pemberian Pakan
3. Observasi
4. Pemberian Enrichment

Cleaning cage atau Pembersihan kandang dilakukan pada sore hari lalu dilanjutkan pemberian pakan berupa buah-buahan, telur (jika perlu), dan serangga.

Observasi bertujuan untuk melihat perilaku kukang pada malam hari karena kukang merupakan binatang nocturnal atau binatang yang aktif di malam hari.

Pembuatan enrichment dilakukan pada malam hari, dapat berupa madu tersembunyi, rantai buah, atau beberapa bagian dari tanaman yang digantungkan di kandang kukang.

Nadia dan Esthi juga mengikuti kegiatan observasi di Habituasi. Kandang habituasi berada di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Kandang habituasi ini berfungsi sebagai tempat sementara bagi kukang untuk beradaptasi sebelum dilepasliarkan ke habitatnya.

Habituasi


Kegiatan di bagian macaca meliputi Observasi dan pembuatan Enrichment. Berikut enrichment yang dibuat tim rehabilitasi macaca YIARI.

Enrichment


Berbeda dengan kukang, observasi pada macaca dilakukan dua kali pada pagi hari jam 10 dan sore hari jam 2, dengan interval tiap 1 menit. Selain itu, dilakukan juga 
 Tuberculosis Test dan Vasectomi pada macaca. Tuberculosis Test pada macaca hampir sama dengan yang dilakukan pada kukang. Vasectomi adalah pemblokiran jalur sperma dengan penyuntikan campuran alkohol dan formalin pada caput epididimis. Vasectomi ini tidak menyebabkan hormon berhenti diproduksi pada testis.


Gusti Herawati
Education and Media Awareness

International Animal Rescue Indonesia
Curug Nangka, Kp.Sinarwangi, Ciapus, Bogor, Indonesia
Tel: +62 (0)251 8389232

yayasaniarindonesia.blogspot.com

Rabu, 20 Agustus 2014

Kemeriahaan HUT RI ke-69

Yayasan IAR Indonesia (YIARI) berpartisipasi dalam memeriahkan perayaan HUT RI yang ke-69 yang diselenggarakan oleh masyarakat RW 05 Kampung Sinarwangi, Desa Sukajadi, Kecamatan Taman Sari, Ciapus - Bogor. YIARI menyelenggarakan lomba mewarnai untuk anak SD (Sekolah Dasar).

Kegiatan Lomba Mewarnai
Dalam kegiatan lomba mewarnai, YIARI berbagi pengetahuan mengenai kukang, habitat, dan ancaman keberadaannya. Kini para peserta telah mengenal 3 jenis kukang di Indonesia, yaitu kukang jawa, kukang sumatera, dan kukang kalimantan. Selain itu, mereka mengetahui bahwa habitat kukang adalah hutan, bukan di rumah dan kukang tidak boleh dipelihara.

Kegiatan edukasi
Peserta Lomba dan Panitia Penyelenggara


Gusti Herawati
Education and Media Awareness

International Animal Rescue Indonesia
Curug Nangka, Kp.Sinarwangi, Ciapus, Bogor, Indonesia
Tel: +62 (0)251 8389232

yayasaniarindonesia.blogspot.com

Senin, 18 Agustus 2014

Kegiatan Rehabilitasi Macaca fascicularis di Yayasan IAR Indonesia


Penelitian - Perilaku Abnormal pada Monyet Ekor Panjang


Julitasari mempresentasikan hasil penelitiannya yang berjudul “Abnormal Repetitive Behavior in Longtailed Macaque” di kantor YIARI ciapus Bogor. Juli meneliti perilaku abnormal pada 31 ekor Macaca fascicularis hasil rehabilitasi YIARI. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat 5 ekor monyet yang perilaku abnormal. Hasil rata-rata activity budget dari total perilaku abnormal yang diamati sebanyak 2,50%. Angka tersebut relative kecil, hal ini menunjukan hal yang positif. Perilaku abnormal pada satwa liar disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya riwayat masa lalu satwa yang kurang baik seperti perlakuan dari pemelihara sebelumnya atau pernah mengalami bencana alam (letusan Gunung Merapi). Satwa yang memiliki perilaku abnormal diberikan perhatian khusus seperti diberikan enrichment tambahan dan disosialisasikan dengan individu lain, hal ini bertujuan untuk mengurangi tingkat abnormal sebelum dilepasliarkan ke alam.

Penelitian tersebut akan dipresentasikan dalam bentuk poster pada acara International Symposium Diversity and Conservation of Asian Primates-The 4th International Congress on Asian Primates yang diselenggarakan oleh Kyoto University dan Institut Pertanian Bogor pada tanggal 18-21 Agustus 2014 di Bogor. 


Gusti Herawati
Education and Media Awareness

International Animal Rescue Indonesia
Curug Nangka, Kp.Sinarwangi, Ciapus, Bogor, Indonesia
Tel: +62 (0)251 8389232

yayasaniarindonesia.blogspot.com